MENHIR
Menhir adalah batu yang serupa dengan dolmen dan cromlech, merupakan batuan dari periode Neolitikum yang umum ditemukan di Perancis, Inggris, Irlandia, Spanyol dan Italia Batu-batu ini dinamakan juga megalith (batu besar) dikarenakan ukurannya. Mega dalam bahasa Yunani artinya besar dan lith berarti batu. Para arkeolog mempercayai bahwa situs ini digunakan untuk tujuan religius dan memiliki makna simbolis sebagai sarana penyembahan arwah nenek moyang.
DOLMEN
Dolmen adalah meja batu tempat meletakkan sesaji
yang dipersembahkan kepada roh nenek moyang. Di bawah dolmen biasanya sering
ditemukan kubur batu. Pada umumnya dolmen banyak ditemukan di Jawa Timur dan
Sumatera Selatan. Dolmen merupakan hasil kebudayaan megalitikum, dimana pada
zaman megalit bangunannya selalu berdasarkan kepercayaan akan adanya hubungan
antara yang hidup dan yang mati terhadap kesejahtraan masyarakat dan kesuburan
tanaman. Dolmen merupakan sebuah media atau peralatan yang dipergunakan untuk
mengadakan upacara pemujaan terh adap
roh nenek moyang.
SARKOFAGUS
Sarkofagus sering disimpan di atas tanah. Oleh karena itu sarkofagus seringkali diukir, dihias dan dibuat dengan teliti. Beberapa dibuat untuk dapat berdiri sendiri, sebagai bagian dari sebuah makam atau beberapa makam sementara beberapa yang lain dimaksudkan untuk disimpan di ruang bawah tanah. Di Mesir Kuno, sarkofagus merupakan lapisan perlindungan bagi mumi keluarga kerajaan dan kadang-kadang dipahat dengan alabaster.
Sarkofagus - kadang-kadang dari logam atau batu kapur - juga digunakan oleh orang Romawi Kuno sampai datangnya agama Kristen yang mengharuskan mayat untuk dikubur di dalam tanah.
PUNDEN BERUNDAK
Punden berundak merupakan bangunan yang
tersusun bertingkat dan berfungsi sebagai tempat pemujaan terhadap roh nenek
moyang. Punden Berundak pada zaman megalitik selalu bertingkat tiga yang
mempunyai makna tersendiri. Tingkat pertama melambangkan kehidupan saat masih
dikandungan ibu, tingkat kedua melambangkan kehidupan didunia dan tingkat
ketiga melambangkan kehidupan setelah meninggal.
Sebagai budaya asli buatan nenek moyang Indonesia, punden berundak tetap dipertahankan keberadaanya oleh nenek moyang kita. punden berundak masih tetap digunakan dalam pembangunan tempat ibadah berupa candi seperti Candi Borobudur.
Bangunan punden berundak selain berakulturasi dengan tempat ibadah seperti Candi dan Masjid juga digunakan pada bangunan modern seperti pada Monumen Nasional (monas) dan Tugu Pergerakan Kemerdekaan.
Sebagai budaya asli buatan nenek moyang Indonesia, punden berundak tetap dipertahankan keberadaanya oleh nenek moyang kita. punden berundak masih tetap digunakan dalam pembangunan tempat ibadah berupa candi seperti Candi Borobudur.
Bangunan punden berundak selain berakulturasi dengan tempat ibadah seperti Candi dan Masjid juga digunakan pada bangunan modern seperti pada Monumen Nasional (monas) dan Tugu Pergerakan Kemerdekaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar