SEJARAH PERKEMBANGAN SOSIOLOGI DI DUNIA &
INDONESIA
AWAL PERKEMBANGAN SOSIOLOGI
• Auguste Comte (1789-1857)
merupakan filsafat Prancis pertama yang merumuskan buah pikirannya sekaligus
sebagai pelopor perkembangan sosiologi.
• Auguste Comte membagi 3
tahap perkembangan intelektual, yaitu :
• 1. Tahap Teologi / Fiktif
Tahap
dimana manusia menfsirkan gejala-gejala disekelilingnya secara teologis yaitu
dengan kekuatan yang dikendalikan ruh dewa atau Tuhan Yang Maha Esa.
• 2. Tahap Metafisika
Tahap
dimana manusia menganggap dalam setiap gejala terdapat kekuatan yang akhirnya
dapat ditentukan. Contohnya, cita-cita seseorang.
• 3. Tahap Ilmu Pengetahuan
Positif
Tahap
akhir dari perkembangan manusia dimana memusatkan perhatian pada gejala-gejala
yang nyata dan konkrit tanpa ada halangan dari pertimbangan lainnya.
• Sebelum Masehi dan sebelum
Auguste Comte mempopulerkan istilah sosiologi, terdapat tokoh-tokoh lain juga
seperti :
•
1. Plato (429-347
SM).
2. Aristoteles (384-322 SM).
3. Filsuf Arab Ibnu Khaldun
(1372-1406).
4. Pada Zaman Renaissance : N. Machiavelly, Thomas More
& Campanella.
5. Hobbes.
6. John Locke & JJ Rousseau.
7.
Saint Simon.
TIMBULNYA SOSIOLOGI MODERN
• Filsafat dikenal sebagai
MATER SCIANTIARUM.
• Pertengahan abad 20 ada
perubahan yang mewarnai sosiologi. Tokoh yang paling berpengaruh adalah Emile
Durkheim (1858-1917) seorang sosiolog Perancis.
• W.I Thomas (1863-1947) memberikan
dorongan lebih besar bagi perkembangan yang lebih baru lagi bagi Amerika.
• Perkembangan mencapai
momentum penting tepatnya dalam tahun PD II hingga sekarang.
• Herbert Spencer (1176)
menggabungkan teori penting tentang evolusi sosial. Evolusi secara gradasi dari
masyarakat primitf berkembang ke arah masyarakat industri.
• Sosiolog Amerika, Lesterward
(1883) menerbitkan karya Dinamic Sociology tentang perkembangan sosiologi
melalui aktivitas sosial yang dapat dilakukan oleh para sosiolog.
• Emile Durkheim (1895)
menulis Rule Of Sociological Method. Kalsifikasi studinya adalah kelompok
masyarakat dibeberapa negara.
• Max Weber (1884-1920)
berpendapat bahwa studi ilmu sosial berdasarkan gejala dalam kehidupan dunia
bersama. Seorang sosiolog perlu kebebasan dan objektivitas serta
berusahamenghindarkan faktor individual dalam penelitian dan kesimpulannya.
PERKEMBANGAN SOSIOLOGI DI INDONESIA
• Sebelum PD II
Bukti-buktinya,
antara lain :
• Sri Paduka Mangkunegara IV
dengan ajaran Wulang Reh (Inter Group Relation).
• Ki Hajar Dewantara dengan
konsep kepemimpinan dan kekeluargaan Indonesia yang nyata dipraktekan dalam
organisasi pendidikan Taman Siswa.
• Karya sarjana Belanda :
Snouck Hurgronye, Van Vollen Hoven, Ter Haar yang mengambil masyarakat
Indonesia sebagai objek perhatian. Pada tulisan-tulisan tersebut nampak adanya
unsur-unsur sosiologis yang dikupas secara ilmiah.
• Periode Sekolah Tinggi Hukum
di Jakarta yang memberikan kuliah Sosiologi hanya sebagai orientasi pengajaran
yang bersifat sosial dan teoritis. Tahun 1934/1935 kuliah sosiologi ditiadakan
karena dianggap tidak diperlukan dalam hubungannya dengan pelajaran hukum.
• Setelah PD II
• Kemerdekaan setelah
proklamasi 17 Agustus 1945 pada Akademik Ilmu polotik Yogyakarta sekarang
dikenal Fakultas Sosial Politik UGM diajarkan mata kuliah Sosiologi.
• Tahun 1950 dibuka kesempatan
bagi mahasiswa dan sarjana unutk belajar ke luar negeri memperdalam
pengetahuanya tentang sosiologi.
•
Buku sosiologi karangan Djody Gondokusuma “Sosiologi Indonesia”
dan Hassan Shadily “Sosiologi Untuk Masyarakat indonesia” merupakan buku
pertama berbahasa Indonesia, serta Selo Soemardjan “Social Changes in
Yogyakarta” merupakan desertasinya untuk mencapai Doktor pada Cornel
University.
• Suasana revolusi fisik
terasa kehausan golongan terpelajar akan ilmu pengetahuan untuk membantu usaha
mereka dalam memahami perubahan yang terjadi dalam masyarakat Indonesia. Doktor
pada Cornel University.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar